Mimisan (Epistaksis), atau pendarahan dari hidung, adalah keluhan umum. Hal ini jarang mengancam jiwa tetapi dapat menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, terutama di kalangan orang tua dari anak kecil. Sebagian besar mimisan bersifat jinak, sembuh sendiri, dan spontan, tetapi beberapa dapat berulang. Banyak penyebab yang tidak umum juga dicatat. Ini karena mengorek hidung dan udara kering bisa menyebabkan pembuluh darah halus yang terletak di dalam hidung pecah, sehingga menimbulkan pendarahan. Kedua hal di atas merupakan penyebab mimisan yang paling umum, adapun beberapa penyebab lain mimisan yang perlu Anda ketahui, di antaranya: 1. Memiliki Penyakit Lain. Fungsinya sama yaitu untuk menghentikan dan mengurangi pendarahan akibat mimisan. Obat ini bekerja dengan cara mempercepat proses penggumpalan darah. Sehingga pendarahan hidung yang disebabkan mimisan dapat berhenti. Tetapi ingat, untuk obat yang ini, Bunda tidak diperbolehkan sembarang mengonsumsi. Harus ada resep dari dokter untuk penggunaannya. Cari sumber pendarahan setidaknya bisa dilihat apakah perdarahan berasal dari anterior atau posterior 3. Menghentikan pendarahan a) Perdarahan anterior - Menekan hidung dari luar selama 10-15 menit - Bila sumber perdarahan terlihat, sumber pendarahan dikaustik dengan larutan nitras argenti (AgNO3) 25-30%. Berdasarkan lokasi pendarahan Mimisan dapat dibagi menjadi 2 kategori: anterior (di depan hidung) atau posterior (di belakang hidung). Sekitar 60% dari populasi pasti pernah mengalami mimisan pada satu waktu, 6% kasus epistaxis yang terjadi, membutuhkan perawatan profesional. Penyebab mimisan biasanya idiopatik (tidak diketahui), tetapi bisa Oleskan kompres dingin ke batang hidung. Jangan menaruh tisu atau kain kasa di hidung anak Anda. 5. Jika perdarahan tidak berhenti, jangan panik, ulangi langkah di atas. 6. Setelah pendarahan berhenti, beri tahu anak Anda untuk tidak menggosok, mengorek, atau membuang ingus dengan kencang selama 2 hingga 3 hari. Meniup hidung sangat keras juga akan menyebabkan mimisan. Selain itu, mimisan juga dapat terjadi karena cedera ringan pada hidung dan perubahan kelembaban atau suhu menyebabkan bagian dalam hidung menjadi kering dan pecah-pecah. NHS Inform juga menyatakan, adakalanya, pendarahan bisa berasal dari pembuluh darah yang lebih dalam di dalam hidung Hal ini sering terjadi ketika anak menderita pilek atau alergi musiman. Obat-obatan seperti aspirin, pengencer darah, dan penggunaan semprotan hidung yang berlebihan juga dapat menyebabkan mimisan. Gangguan yang mendasari seperti gangguan pembekuan darah, tumor, polip, dan leukemia mungkin terjadi tetapi bukan penyebab umum mimisan pada anak-anak. 2. Jangan menyumpal hidung. Beberapa orang biasanya menyumpal hidung dengan kapas atau tisu untuk menghentikan mimisan. Hal itu juga keliru karena bisa memperparah pendarahan dan mengiritasi pembuluh darah. Cara mengatasi mimisan pada hidung yang benar adalah hindari menyumpal hidung. Cukup tampung darah yang keluar dari hidung dengan tisu atau Setelah operasi polip hidung. Operasi pengangkatan polip tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit. Setelah operasi berakhir, Anda diperbolehkan pulang pada hari yang sama dan dapat makan atau minum seperti biasa 1-2 jam kemudian. Sebelum pulang, dokter harus memastikan tidak ada perdarahan dari hidung Anda. eIxb.